Ilmu Sastra

December 1, 2010 | 3 Comments

Gambaran tentang seni sastra

Seni sastra mengandung aspek kreativitas dan imajinasi yang dituangkan dalam bahasa yang didalamnya mencakup kualitas, kuantitas dan dinamika makna. Khayalan dalam imajinasi itu sendiri didasarkan atas kenyataan sebagai interpretasi kenyataan yang sesungguhnya yang dijadikan sarana  estetis dalam memberikan keseimbangan terhadap perkembangan aspek-aspek rohaniah dan jasmaniah. Seni sastra dapat memberikan penghiburan dan dengan sendirinya juga sebagai pendidikan moral. (Sumber: Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, S.U. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta: hal. 541-544).

Pengertian sastra dan ruang lingkupnya

Sastra merupakan bagian dari kebudayaan (hasil budi manusia dari perpaduan cipta-rasa-karsa) yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk mengajar, memerintah, menasehati, menghukum, mengkritik, mencela, mengecam atau membenarkan sesuatu, yang dilakukan dengan cara halus/ indah. Ruang lingkup sastra meliputi ilmu teori sastra, kritik sastra dan sejarah sastra. Ketiga disiplin ilmu tersebut saling terkait dalam pengkajian karya sastra. (Sumber: A. Teeuw Sastra dan Ilmu Sastra: hal. 21-38).

Perbedaan karya sastra dengan karya lain dalam bentuk tulisan

Suatu karya sastra mempunyai sifat khayali, adanya nilai-nilai seni/ estetis serta penggunaan bahasa yang khas sehingga dapat menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacannya. Bahasa dalam karya sastra dapat bemakna konotatif dan asosiatif yaitu makna yang tidak sebenarnya. Selain itu juga dapat bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang atau bermakna sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca Sedangkan karya lain mempunyai sifat ilmiah, memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Bahasa yang digunakan dalam karya lain ini bermakna konotatif. (Sumber: Jan Van Luxemburg, dkk: Tentang Sastra: hal. 21).

Sastra sebagai bagian ilmu pengetahuan yang harus dipelajari secara ilmiah

Sastra sebagai bagian ilmu pengetahuan karena telah memiliki metode, teori dan objek sebagai cirri suatu ilmu. Sastra dapat berfungsi  sebagai tolak ukur mengenai kemajuan sekaligus kemunduran sehingga dapat diketahui seberapa jauh peranannya dalam perkembangannya dimasyarakat. Peranan sastra bisa untuk mengetahui penemuan-penemuan baru baik dalam ilmu kealaman maupun humaniora sehingga ilmu sastra harus dipelajari secara ilmiah atau dengan metode ilmiah dan cara kerja yang berlaku dalam kegiatan ilmiah karena persoalan-persoalan yang muncul yang berhubungan dengan kegiatan bersastra hanya dapat dipahami dengan kegiatan tersebut. (Sumber: Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, S.U. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta: hal. 29-39).

Fungsi dan kedudukan bahasa dalam karya sastra

Bagi karya sastra, bahasa adalah alat sekaligus tujuan. Bahasa juga merupakan media utama khususnya sebagai bahasa tulis dan lisan, dengan kata lain sastra adalah bahasa itu sendiri. Tidak ada sastra tanpa bahasa. Bahasa merupakan sistem lambang arbitrer sebagai sistem lambang diskursif dalam bahasa diinvestasikan keseluruhan pesan pengarang. Dengan sifat arbitrer, pesan itu sendiri secara terus menerus dikondisikan kearah makna ganda, sebagai petanda-petanda baru sebab makna teks hanyalah identisas temporer yang dihasilkan oleh proses suplementasi. (Sumber: Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, S.U. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta: hal.524-526).

Genre sastra dan contoh karyanya

Genre sastra merupakan jenis-jenis sastra. Ada dua jenis sastra yaitu sastra imajinatif dan sastra non imajinatif. Sastra imajinatif adalah sastra yang berupaya untuk menerangkan, menjelasksn, memahami, membuka pandangan baru, dan memberikan makna realitas kehidupan agar manusia lebih mengerti dan bersikap yang semestinmya terhadap realitas kehidupan. Dengan kata lain, sastra imajinatif berupaya untuk menyempurnakan realitas kehidupan. Yang termasuk kedalam sastra imajinatif adalah:

1. Puisi, termasuk epik, lirik, dan dramatik

2. Prosa termasuk fiksi, novel, cerita pendek, novelet,drama prosa/ puisi

Sastra non imajinatif memiliki beberapa ciri yang mudah membedakannya dengan sastra imajinatif. Setidaknya terdapat dua cirri yang berkenaan dengan sastra tersebut. Pertama, dalam karya sastra tersebut unsur faktualnya lebih menonjol daripada khayalinya. Kedua, bahasa yang digunakan cenderung denotative dan kalaupun muncul konotatif, kekonotifan tersebut amat bergantung pada gaya penulisan yang dimiliki pengarang. Yang termasuk kedalam sastra non imajinatif yaitu esai, kritik, biografi, ortobiografi, sejarah, memoar, catatan harian dan surat-surat. (Sumber: http//pustaka.ut.ac.id/PBIN4104 Teori Sastra).



3 Comments so far

  1.    pozycjonowanie forum on December 31, 2011 12:28 am      Reply

    It’s actually a cool and helpful piece of info. I’m glad that you shared this useful information with us. Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

  2.    Jeanna Willoughby on March 17, 2016 4:35 pm      Reply

    I enjoy reading a post that makes individuals think. Additionally, thanks for allowing me to comment!

  3.    newsmax on August 17, 2016 2:11 pm      Reply

    Saya juga ingin))

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind