Kebudayaan

January 2, 2012 | Leave a Comment

Koentjaraningrat menyatakan bahwa kebudayaan itu hanya ada pada makhluk manusia, kebudayaan mula-mula hanya merupakan satu aspek dari proses evolusi manusia. Kebudayaan itu berwujud gagasan dan tingkah laku manusia, kebudayaaan tidak lepas dari kepribadian  individu melalui proses belajar yang panjang  dan menjadi milik dari masing-masing individu masyarakat yang bersangkutan. Kepribadian atau watak tiap-tiap individu pasti juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan itu dalam keseluruhannya. Gagasan-gagasan, tingkah laku atau tindakan manusia itu ditata, dikendalikan dan dimantapkan pola-polanmya oleh berbagai sistem norma yang seolah olah berada diatasnya.

Tiap-tiap kebudayaan dari tiap-tiap bangsa dapat dibagi kedalam tiap-tiap unsur yang tidak terbatas jumlahnya. Diantaranya ada unsur-unsur yang amat besar tetapi juga ada unsur-unsur yang sangat kecil. Ilmu antropologi membagi tiap-tiap kebudayaan kedalam unsur-unsur yang sangat besar yang disebut cultural universal. Istilah universal itu menunjukan bahwa unsur-unsur itu bersifat univerial, artinya ada dan bisa didapatkan di dalam semua kebudayaan dari semua bangsa dimanapun juga di dunia. Unsur-unsur kebudayaan  sebagai cultural universal yang bisa didapatkan pada semua bangsa di dunia adalah peralatan dan perlengkapan hidup manusia, sistem mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, religi.

Cultural universal tadi dipecah lagi kedalam unsur-unsur yang lebih kecil. Dengan memakai istilah R. Linton, Cultural universal dapat dipecah ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil yang disebut dengan cultural activities atau aktivitas-aktivitas kebudayaan. Sebagai contoh misalnya dalam universal mata pencaharian hidup ada aktivitas-aktivitas kebudayaan seperti: perburuan, pentanian, berladang, peternakan, dan lain sebagainya. Cultural activities dapat dipecah lagi dalam unsur-unsur yang lebih kecil yang disebut trait complexes atau kompleks unsur-unsur. Misalnya dalam rangka aktivitas pertanian menetap ada kompleks kompleks unsur-unsur seperti irigasi dan sistem mengolah tanah dengan bajak. Trait kompleks dapat dipecah lagi kedalam traits atau unsur-unsur. Misalnya kompleks unsur-unsur mengolah tanah dengan bajak dapat dipecah kedalam unsur-unsurnya bajak, binatang-binatang yang menarik bajak dan lain sebagainya. Dan akhirnya traits dapat dipecah lagi menjadi items atau unsur-unsur kecil. Bajak tadi sebagai suatu trait  terdiri dari unsur- unsur kecil yang dapat dilepaskan satu dengan lain.

Kebudayaan sebagai objek penyelidikan antropologi mempunyai tiga aspek yaitu kebudayaan sebagai tata kelakuan, kebudayaan sebagai kelakuan manusia itu sendiri dan kebudayaan sebagai hasil kelakuan manusia. Kelakuan itu di dalam praktek dapat berupa cita-cita, norma-norma, pandangan-pandangan, hukum-hukum, aturan-aturan, kepercayaan-kepercayaan, sikap-sikap dan lain sebagainya yang mendorong kelakuan manusia. Kelakuan manusia itu sendiri dalam praktek berupa proses-proses dan aktivitas- aktivitas bersama. Hasil kerja manusia dalam praktek akan berupa benda-benda, peralatan, perlengkapan, benda-benda kesenian dan lain sebagainya. Dalam hal melukiskan kebudayaan, maka harus dilukiskan tata kelakuan  dan juga benda-benda kebudayaan itu.

Masyarakat kebudayaan manusia selalu berubah-ubah. Meskipun kelihatannya kebudayaan sangat stabil, tetapi sedikit atau banyak perubahan merupakan karakteristik. Kebudayaan berubah karena bermacam-macam sebab. Salah satu sebabnya adalah perubahan lingkungan yang dapat menuntut perubahan kebudayaan yang bersifat adaptif. Perubahan kebudayaan mungkin juga karena sebab lain  misalnya kebetulan atau karena suatu bangsa mengubah pandangan tentang lingkungannya sendiri, kontak dengan bangsa  lain menyebabkan diterimanya gagasan yang menyebabkan perubahan dalam nilai-nilai dan tata kelakuan yang ada, bahkan dapat berupa pemasukan tentang tatacara asing melalui penaklukan kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, perubahan kebudayaan juga disebabkan karena variasi perorangan mengenai cara orang di dalam kebudayaan memahami karakteristik kebudayaannya sendiri yang dapat menimbulakn perubahan cara masyarakat pada umumnya menafsirkan norma-norma dan nilai-nilai kebudayaannya. Sebab lain adalah kontak dengan kelompok-kelompok lain yang menyebabkan masuknya gagasan-gagasan dan cara-cara baru untuk mengerjakan sesuatu, yang akhirnya menimbulakan  perubahan nilai perilaku tradisional.

Proses perubahan masyarakat (culture change) bisa berjalan lambat dan bisa juga berjalan cepat. Proses culture change yang hanya dapat tampak dalam waktu yang panjang ialah beribu-ribu tahun lamanya dan biasanya terjadi oleh sebab-sebab asal dari dalam masyarakat dan kebudayaan-kebudayaan yang bersangkutan. Perubahan ini juga biasa disebut cultural evolution. Proses culture change yang tampak dalam waktu yang pendek ialah hanya beberapa puluh tahun saja bisa juga terjadi oleh sebab-sebab asal dari dalam masyarakat dan kebudayaan-kebudayaan yang bersangkutan, seperti misalnya penemuan-penemuan baru, tetapi sebagian besar terjadi oleh sebab-sebab yang asalnya dari luar, biasanya pengaruh lain dari kebudayaan.

Gerak kebudayaan dan masyarakat sebenarnya adalah aktivitas gerak-gerik  manusia yang hidup dalam suatu kebudayaan atau masyarakat. Aktivitas itu berasal dari saling hubungan antara kelompok-kelompok dan antara individu dengan kelompok kelompok. Suatu gerak kebudayaan dan masyarakat yang terjadi karena hubungan-hubungan itu disebut proses-proses sosial. Dalam mempelajari proses-proses sosial, paham yang paling penting dipelajari adalah sosialisasi, enkulturisasi, evolusi dan difusi, asimilasi dan alkulturisasi. Difusi adalah penyebaran adat atau kebiasasn dari kebudayaan yang satu ke kebudayaan yang lain. Sedangkan alkulturasi adalah perubahan-perubahan besar dalam kebudayaan yang terjadi sebagai akibat dari kontak antar kebudayaan yang berlangsung lama.

Daftar Pustaka

Koentjaraningrat. 1972. Pengantar Antropologi. Jakarta: P.D. Aksara  Baru.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi . Djakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi ll. Djakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind