Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu di Jawa Barat digunakan oleh sebanyak 21.110.000 jiwa. Jumlah tersebut didapatkan berdasarkan sensus penduduk menurut bahasa yang dipakai sehari-hari, laki-laki dan perempuan, di kota dan di desa pada tahun 1980. Bahasa Sunda digunakan sebagai alat komunikasi di Jawa Barat (oleh sebagian penutur asli bahasa Indonesia) merupakan bahasa komunikatif dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam pergaulan masyarakat dan di dalam keluarga. Bahasa Sunda dipakai baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Bahasa tulisan digunakan baik dalam susastra maupun di dalam ilmu pengetahuan.

Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah Indonesia dipelihara oleh para pemakainya. Bahasa Sunda juga dipelihara baik oleh pemerintah seperti tampak dalam hal bahasa Sunda diajarkan di sekolah-sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.

Bahasa Sunda tumbuh dan berkembang sejalan dengan dinamika masyarakatnya. Perkembangan kosakata merupakan cermin perubahan dan perkembangan karena diakui bahwa kosakata merupakan unsur yang paling labil (Moeliono: 1984 via Djajasudarma). Perubahan dan perkembangan kosakata bahasa Sunda menggambarkan bahwa masyarakat bahasa Sunda adalah masyarakat modern yang tidak terasing karena bergaul dengan masyarakat lainnya. Pertumbuhan, perubahan dan perkembangan bahasa Sunda tidak hanya pada kosakata saja tetapi dapat pula terjadi pada sidang struktur dan sistem bahasanya.

Djajasudarma, T. Fatimah, dkk. 1994. Tata Bahasa Acuan Bahasa Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind