Gugon Tuhon

November 26, 2014 | 4 Comments

Gugon tuhon adalah suatu kepercayaan yang berisi larangan-larangan atau ajaran-ajaran yang beredar di masyarakat Jawa. Gugon tuhon disampaikan secara lisan dan tidak ada larangan secara tertulis. Penyampaiannya biasanya melalui cerita. Cerita ini kemudian berkembang dan beredar luas.Kebenaran gugon tuhon ini masih dipertanyakan karena sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah mengenai gugon tuhon.

Sebagai sarana pendidikan anak, gugon tuhon dipakai agar anak patuh terhadap orang tua dan meninggalkan tindakan yang tidak senonoh. Tindakan-tindakan yang tidak baik atau kurang pantas dilakukan dipercaya akan mendatangkan kesialan. Dengan meninggalkan tindakan tersebut maka akan menjadi terhindar dari bahaya. Pada intinya gugon tuhon memberikan ajaran atau nasihat yang baik kepada masyarakat.

Gugon tuhon yang masih ada dalam lingkungan saya kebanyakan adalah gugon tuhon yang berisi nasihat. Sampai sekarang gugon tuhon itu masih dipercaya baik oleh orang tua maupun anak-anak. Anak-anak mempercayai karena diajarkan oleh orang tuanya. Kepercayaan ini adalah turun temurun dari generasi ke generasi. Meskipun jaman sudah modern namun masih banyak orang yang mempercayai dan berusaha untuk menghindari larangan tersebut.

Gugon tuhon tersebut misalnya anak perempuan tidak boleh berdiri dan duduk di pintu. Perempuan yang berdiri di depan pintu dipercaya nantinya tidak laku-laku. Tentu saja jika berdiri didepan pintu,akan menghalangi orang yang lewat. Sama halnya dengan dudukdi depan pintu yang juga akan menghalangi orang yang lewat. Apabila tidak duduk dengan baik dan dilihat oleh lawan jenisnya, orang tersebut menjadi enggan untuk melamarnya.

Anak perempuan jika menyapu lantai tidak bersih, kelak akan mendapat suami yang brewokan. Gugon tuhonini mengajarkan anak supaya bersih dalam menyapu lantai. Anak-anak cenderung menaatinya karena takut jika mendapat suami brewokan. Ada anggapan bahwa laki-laki yang brewokan itu menakutkan.

Jangan duduk dibantal nanti bisa bisulan. Larangan ini sebenarnya tidak logis. Jika dikaitkan denga ilmu kedokteran tidak ada hubungan sama sekali antara duduk di bantal dengan bisul. Bisul menurut KBBI adalah bintil yang membengkak pada kulit yang berisi nanah dan bermata. Anak-anak yang mengetahui ini pasti akan takut duduk dibantal karena sakit jika terkena bisul. Munculnya larangan ini karena apabila bantal itu diduduki akan menjadi kotor dan tidak enak jika dilihat. Disamping itu fungsi bantal yang sebenarnya adalah dipakai untuk kepala.

Jangan suka berbohong nanti akan sakit mata atau timbilan. Timbil dalam KBBI adalah bisul kecil pada tepi pelupuk mata. Dalam lingkungan saya orang akan mengira bahwa orang yang sakit mata akibat ia telah berbohong. Dampaknya anak-anak biasanya menjadi takut untuk berbohong karena takut terserang penyakit mata ini. Larangan ini baik karena mengajari anak untuk berlaku jujur. Apabila kejujuran sudah ditanamkan sejak kecil maka ketika ia besar, menjadi terbiasa untuk bersikap jujur.

Jangan makan ekor dan sayap ayam nanti menjadi bodoh dan plin-plan. Larangan ini berlaku untuk anak-anak. Meskipun belum ada yang membuktikan secara ilmiah namun larangan ini masih berlaku dalam lingkungan sekitar saya. Hanya orang tua yang boleh makan ekor dan sayap ayam. Ini karena rasa ekor dan sayap ayam adalah bagian yang paling disukai karena rasanya yang gurih dan enak sehingga para orang tua melarang anak-anak untuk memakannya dengan beralasan jika memakannya akan menjadi bodoh dan plin-plan. Padahal tujuan orang tua melarangnya adalah supaya hanya mereka saja yang makan ekor dan sayap ayam.

Gugon tuhon yang berkaitan dengan masa kehamilan yaitu apabila istri sedang hamil, baik suami maupun istri tidak boleh membunuh atau menyakiti hewan.Bila membunuh atau menyakiti hewan, maka bayi yang lahir bisa menjadi seperti hewan yang dibunuh atau disiksa. Bagaimanapun membunuh atau menyakiti hewan adalah perbuatan yang tidak baik. Istri yang sedang hamil dan suaminya harus benar-benar menjaga sikap demi bayi yang ada dalam kandungannya.

Ada pula larangan bagi orang hamil untuk tidak makan di malam hari. Orang tua biasanya melarang anaknya yang sedang hamil supaya tidak menjadi terlalu gemuk karena makan pada malam hari. Pada malam hari metabolimse lambat, sehingga apabila makan, proses pencernaannya juga tidak berlangsung sempurna dan menyebabkan tubuh menjadi gemuk. Seperti diketahui berat badan orang hamil pasti akan bertambah. Orang tua mengharapkan supaya pertambahan itu tidak berlebihan sehingga nanti jika sudah melahirkan tidak terlalu susah untuk menurunkannya.

Gugon tuhon yang berkaitan dengan kelahiran. Bayi yang baru lahir bajunya diberi peniti yang dalam peniti itu sudah ada bawang merah dan kunyit supaya bayi itu tidak diganggu oleh makhluk halus. Orang-orang percaya bahwa makhluk halus takut pada bawang merah dan kunyit. Meskipun kepercayaan ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah namun masih tetap dilakukan.

Gugon tuhon yang berkaitan dengan hari, pasaran, tahun yang baik dan tidak baik untuk melakukan aktifitas (pekerjaan). Orang dilarang untuk bepergian pada hari sabtu. Jika tetap bepergian ia akan mendapat celaka. Hal ini disebakkan dahulu orang yang bepergian pada hari sabtu banyak yang kecelakaan di jalan. Sehingga orang-orang menandai hari sabtu untuk tidak bepergian. Orang tua kemudian memberi tahu dan melarang anaknya untuk bepergian pada hari sabtu agar tidak mendapat celaka.

Gugon tuhon yang berkaitan dengan rumah yaitu orang jika pindah rumah maka harus membawa tanah dari rumah yang akan ditinggalkan agar setelah pindahan nanti, baik anak-anak ataupun orang tuanya menjadi krasan tinggal di rumah yang baru. Gugon tuhon ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Makanlah ingkung dan pucuk nasi tumpeng supaya pintar. Ingkung adalah ayam yang dimasak dalam bentuk yang utuh tanpa bulu, ceker, bagian usus dan saluran pencernaan yang mengandung kotoran, dan kepala. Sedangkan tumpeng adalah nasi yang dihidangkan dalam bentuk kerucut. Gugon tuhon ini biasanya dianjurkan oleh orang tua kepada anaknya. Setelah mengadakan acara seperti syukuran, selamatan, atau tahlilan biasanya masih ada ingkung yang tersisa.Supaya tidak mubazir maka anak-anak agar memakan ingkung tersebut. Untuk acara ulang tahun atau acara apapun yang ada tumpengnya anak-anak supaya memakan pucuknya terlebih dahulu.

Gugon tuhon yang merupakan pertanda yaitu jika ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah, maka itu pertanda jika ada tamu yang akan datang. Apabila ada burung gagak yang hinggap di atas rumah, maka itu pertanda jika salah satu anggota keluarga dalam rumah itu akan ada yang meniggal. Burung gagak dipercaya mampu mencium bau seperti orang telah meninggal sehingga ketika burung gagak hinggap, berarti ia telah mencium bau seperti orang yang telah meninggal.

Gugon tuhon sebagai tradisi pada masyarakat Jawa sudah mulai memudar di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh perkembangan jaman yang semakin modern. Kemajuan ilmu dan teknologi juga semakin pesat. Orang tidak percaya lagi pada sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Gugon tuhon ada baiknya dipertahankan untuk memperkaya budaya bangsa. Selain sebagai tradisi juga sebagai alat untuk menasehati dan pengawas norma-norma dalam masyarakat. Gugon tuhon yang mempunyai tujuan baik harus dipertahankan supaya tidak hilang termakan jaman. Gugon tuhon sebenarnya diperlukan sebagai alat untuk menasehati terutama anak-anak. Tujuannya adalah supaya anak-anak patuh terhadap orang tua dengan tidak melakukan larangan yang ada pada gugon tuhon tersebut. Dengan demikian anak akan terhindar dari segala macam bahaya yang dapat terjadi



4 Comments so far

  1.    Ira Widia on June 10, 2016 4:23 am      Reply

    Artikelnya menarik, dan sepertinya ini merupakan sebuah tradisi dari nenek moyang yang terus dilakukan secara terus menerus

  2.    hendrastvv on August 3, 2016 11:28 am      Reply

    thanks for you sharing
    ST3 Telkom

  3.    hendrastvv on August 3, 2016 11:29 am      Reply

    terimakasih sudah berbsgi
    ST3 Telkom

  4.    musiksuka on November 22, 2016 3:41 pm      Reply

    ternyata Gugon Tuhon, adalah suatu kepercayaan. Jadi nambah ilmu.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind