Apa itu Drama?

November 30, 2014 | Leave a Comment

Drama berasal dari bahasa Yunani “draoma” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Drama merupakan hasil karya sastra yang dipentaskan dan dilukiskan dengan gerak dan konflik. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama. Konflik manusia itu ditunjukan dalam dialog dan dalam pagelaran drama diwujudkan dalam bahasa tutur. Konflik tersebut lebih bersifat konflik batin daripada fisik. Drama menampilkan sesuatu hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga para penonton diajak untuk seolah-olah ikut menyaksikan dan merasakan kehidupan dan kejadian dalam masyarakat.

Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media yakni di atas panggung, film, radio, atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, seperti sebuah opera. Struktur dalam drama antara lain konflik, plot, penokohan dan perwatakan, dialog, latar, tema, amanat, dan petunjuk teknis.

Bahasa dalam drama adalah bahasa sastra karena itu juga terdapat sifat konotatif. Pemakaian lambang, kiasan, irama, pemilihan kata, dan sebagainya berprinsip sama dengan karya sastra yang lain. Akan tetapi karena yang ditampilkan dalam drama adalah dialog, maka bahasa drama tidak sebeku bahasa puisi, dan lebih cair daripada bahasa prosa.

Kebanyakan naskah drama dibagi-bagi dalam babak. Suatu babak dalam naskah drama adalah bagian dari naskah drama itu yang merangkum semua peristiwa yang terjadi di suatu tempat pada urutan waktu tertentu. Satu babak dibagi lagi dalam adegan-adegan. Suatu adegan adalah bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa berhubung datang atau perginya tokoh cerita di atas pentas.

Bagian-bagian dalam naskah drama yaitu dialog, petunjuk pengarang, dan prolog. Dialog adalah bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antara satu tokoh dengan tokoh lain. Dialog mempunyai kedudukan yang penting dalam drama. Tanpa kehadirannya, suatu karya sastra tidak dapat digolongkan ke dalam karya sastra drama. Petunjuk pengarang adalah bagian yang memberikan penjelasan kepada pembaca atau kru pementasan mengenai keadaan, suasana, peristiwa, atau perbuatan, dan sifat cerita. Prolog adalah bagian naskah yang dapat berisi satu atau beberapa keterangan atau pendapat pengarang tentang cerita yang disajikan.

Sumber:
Waluyo, Hermawan J. 2001. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya.



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind