Judul novel : Kembang Kantil
Penulis : Senggono
Penerbit : P.N. Balai Pustaka Djakarta
Tahun terbit :1965

Keinginan untuk menjadi lurah membuat Waris gelap mata. Banyak cara yang ia lakukan untuk menjatuhkan Darmin yang pada saat itu menjabat sebagai lurah. Ia menyamar menjadi hantu, maling, dan pembakar rumah untuk menakut-nakuti warga. Hal itu dilakukan untuk menjatuhkan kesalahan kepada lurah Darmin. Supaya warga mengira bahwa lurah Darmin dianggap tidak bijaksana dalam menanggulangi bahaya pada waktu itu. Warga desa Gadingredja menjadi tidak tentram hidupnya karena ketakutan. Ada rumor bahwa hantu itu adalah arwah Sujatmi yang merupakan mantan istri lurah Darmin yang telah meninggal satu tahun yang lalu. Warga masih bertanya-tanya apakah kerumitan desa yang terjadi itu akibat meninggalnya Sujatmi.

Hardjita salah satu pemuda desa yang dijadikan tetua dan sedang mempunyai banyak harapan untuk mengukuhkan luhurnya budi pekerti, mempunyai watak tidak percaya kepada semua yang tanpa dasar, ingin menghilangkan keresahan warga. Hardjita ingin mengetahui siapa sebenarnya hantu, maling, dan pembakar rumah tersebut. Setiap malam Hardjita melakukan mata-mata hingga pada suatu malam dapat diketahui siapa pelaku yang selama itu menjadi perbincangan warga. Orang tersebut tidak lain adalah Waris dan komplotannya. Diceritakan pula kisah cinta Hardjita yang meyukai seorang gadis bernama Supini. Keduanya saling mencintai namun orang tua Supini tidak merestui hubungan tersebut. Supini menolak lamaran Hardjita dan lebih memilih lamaran lurah Darmin, padahal Hardjitalah yang lebih dahulu melamarnya. Hal itu ia lakukan karena desakan orang tuanya. Merekapun akhirnya menikah.

Betapa sakitnya hati Hardjita. Namun ia hanya bisa pasrah karena memang lurah Darmin itu melebihinya segi jabatan dan kekayaan. Pantas saja jika Supini menerima lurah Darmin. Lama-kelamaan Hardjita bisa menerima dan akhirnya menikah dengan Wartini yang merupakan sahabatnya, setelah sekian lama melalui proses pendekatan. Waris yang mengetahui hal ini, tindakannya semakin lancar, orang akan mengira bahwa Hardjitalah yang melakukan hal-hal tentang apa yang selama ini diresahkan warga karena dendam Hardjita kepada lurah Darmin yang merebut kekasihnya. Namun rencana mereka gagal, komplotan mereka akhinya masuk penjara.

Dengan membaca novel ini, kita tidak hanya disuguhkan jalan cerita yang cukup menarik saja tetapi juga banyak pengetahuan yang akan didapatkan. Meskipun hanya diceritakan sekilas, namun dapat memberikan manfaat bagi pembacanya, yaitu posisi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam penggunaan sehari-hari serta keadaan bahasa Jawa di kota Jakarta, kehidupan sebagai guru, peraaanan seorang wanita yang harus selalu berbakti kepada suami dan orang tua, serta jaman modern dan kemerdekaan perempuan. Keindahan alam desa Gadingredja juga digambarkan secara detail begitu pula dengan suasananya.



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind