Bidang-bidang Linguistik

December 2, 2014 | 1 Comment

Linguistik terbagi menjadi beberapa bidang, bidang-bidang itu diantaranya adalah fonetik, fonologi, morfologi, dan sintaksis.
1. Fonetik
Fonetik (phonetics) adalah ilmu yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa tanpa memperhatikan fungsinya untuk membedakan makna dalam suatu bahasa (langue). Fonetik hanya melihat bagaimana bunyi bahasa dihasilkan oleh alat ucap (fonetik organis), diterima oleh telinga (fonetik auditoris), dan beberapa getarannya (fonetik akustis). Fonetik menyelidiki bunyi bahasa dari sudut tuturan atau ujaran (parole). Misalnya perbedaan bunyi vokal depan madya atas [e] dengan vokal depan madya [ɛ] dalam bahasa Indonesia, Batak Angkola/Mandailing, dan Jawa. Perbedaan bunyi hambat letup bilabial [b] tak beraspirasi dengan [bh] beraspirasi dalam bahasa Indonesia dan Jawa, perbedaan bunyi hambat letup apiko-palatal tak bersuara [ṭ] dengan hambat letup apiko-alveolar tak bersuara [t] dalam bahasa Indonesia dan Bali; karena bunyi itu dalam bahasa-bahasa yang bersangkutan tidak membedakan makna, maka diselidiki dalam fonetik. Dengan kata lain fonetik adalah ilmu yang menyelidiki bahasa dan berusaha merumuskan secara teratur tentang bunyi bahasa, bagaimana cara terbentuknya, berapa frekuensi, intensitas, timbrenya sebagai getaran suara dan bagaimana bunyi itu diterima oleh telinga. Unsur dalam fonetik disebut bunyi atau fona sedangkan kata sifat fonetik adalah fonetis (phonetic). Misalnya, tulisan fonetis untuk kata Jawa saben adalah [sabhən], kelingan tulisan fonetisnya [kɛliŋan], mendem tulisan fonetisnya [məndhəm].

2. Fonologi
Fonologi atau fonemik (phonology, phonemics) adalah cabang linguistik yang menyelidiki bunyi bahasa dengan melihat fungsi bunyi itu sebagai pembeda arti dalam suatu bahasa. Fonologi menyelidiki bunyi bahasa dari sudut bahasa tertentu atau langue. Misalnya perbedaan bunyi [b] dengan [k] dalam bahasa Indonesia dan Jawa, karena kedua bunyi itu berfungsi membedakan arti, maka bunyi [b] bilabial dengan [k] dorso-velar itu diselidiki dalam fonologi. Kedua bunyi itu ditulis dalam /b/ dengan /k/. contoh pasangan kata dalam bahasa Jawa yang membedakan /p/ dan /m/ adalah /pala/ “buah pala” dan /mala/ “penyakit”, kupat/ “ketupat” dan /kumat/ “kambuh”, alap/ “ambil” dan/ alam/ “alam”.

3. Morfologi
Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Satuan yang paling kecil yang diselidiki oleh morfologi ialah morfem sedagkan yang paling kecil berupa kata. Misalnya dari kata asal yang belum mengalami proses morfologi: pacul, wani, tuku menjadi kata yang sudah mengalami proses morfologi sebagai kata bentukan yaitu macul, kumawani, nukoni. Ada empat macam proses morfologi yaitu:
1. Proses pembubuhan afiks
Misalnya disamping kata gawa “bawa” terdapat kata nggawa “membawa”, ginawa “dibawa”, gawanên “bawalah”. Maka dari bentuk kata dasar gawa terdapat afiks ng-, -in, -(n)ên.
2. Proses perulangan
Disamping kata omah dan mlaku terdapat omah-omah dan mlaku-mlaku. Kata omah dan mlaku sebagai unsur yang diulang disebut bentuk dasar, sedangkan perulangannya disebut morfem ulang.
3. Proses persenyawaan
Disamping kata tanêm dan tuwuh terdapat kata tanêm tuwuh, disamping kata naga dan kata sari terdapat kata nagasari. Maka jelaslah bahwa tanêm tuwuh dan nagasari terdiri atas dua kata sebagai unsurnya atau terbentuk dari dua kata dengan melalui proses persenyawaan.
4. Proses perubahan fonem
Disamping kata panas terdapat kata panis, disamping kata adoh terdapat kata aduh. Jelaslah bahwa kata panas dan adoh melalui perubahan fonem, yaitu vokal pada suku kata kedua.

4. Sintaksis
Kata sintaksis berasal dari Yunani sun ‘dengan’ dan tattein ‘menempatkan’. Istilah tersebut secara etimologis berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat dan kelompok-kelompok kata menjadi kalimat. Bidang sintaksis menyelidiki semua hubungan antar-kata dan antar-kelompok kata (antar-frase) dalam satuan dasar sintaksis itu yaitu kalimat. Sintaksis mempelajari hubungan gramatikal diluar batas kata, tetapi didalam satuan yang kita sebut kalimat. Contoh kalimat Kiki arep ngadusi kucing, hubungan kata Kiki sebagai subjek dengan frase arep ngadusi sebagai predikat, serta hubungan antara frase arep ngadusi sebagai predikat dengan kata kucing sebagai objeknya termasuk kedalam bidang sintaksis.

Daftar Pustaka

Marsono. 2008. Fonetik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Verhaar, J.W.M. 1988 Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ramlan, M. 2009. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono.



1 Comment so far

  1.    ngapak on October 4, 2016 7:49 am      Reply

    Artikelnya sangat bermanfaat sekali. Terimaksih udah berbagi

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind