Frase adalah satuan konstruksi gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menempati satu fungsi. Frase tidak bersifat predikatif, maksudnya adalah bahwa hubungan antara unsur-unsurnya tidak mempunyai fungsi subjek-predikat. Dalam disiplin bidang ilmu bahasa, frase menduduki tempat diatas kata dan dibawah klausa.

Ada beberapa macam klasifikasi frase dari sudut tinjauannya masing-masing. Berdasarkan kategori atau atau kriteria kelasnya, frase dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain frase nominal, frase verbal, frase adjektival, frase preposional, dan frase adverbial. Ditinjau dari segi perilaku sintaksis unsur-unsurnya, frase dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu frase endosentrik dan frase eksosentrik. Berdasarkan jumlah intinya, frase dapat diklasifikasikan menjadi frase tanpa inti, frase monointi, frase poliinti. Berdasarkan sifat hubungan unsur-unsurnya, frase dapat diklasifikasikan menjadi frase koordinatif, frase aditif, frase altrnatif, frase apositif dan frase modifikatif. Berdasarkan hubungan makna antarunsurnya, frase dapat diklasifikasikan frase bermakna penjumlahan, frase bermakna pilihan, frase bermakna hubungan perbandingan, frase bermakna hubungan alat, frase bermakna hubungan asal bahan, frase bermakna hubungan tempat asal, dan frase bermakna hubungan hasil. Berdasarkan struktur unsur-unsurnya, frase dapat diklasifikasikan menjadi frase berstruktur sederhana, dan frase berstruktur bertingkat.

Frase nominal adalah frase yang mempunyai perilaku, fungsi serta distribusi yang sama dengan kelas nomina didalam satuan gramatikal yang lebih besar misalnya didalam satuan klausa atau kalimat.

Frase nominal bahasa Jawa dapat diklasifikasikan antara lain berdasarkan jumlah inti frasenya, berdasarkan sifat strukturnya, berdasarkan hubungan makna antar unsurnya, berdasarkan kategorial unsur-unsurnya, berdasarkan fungsional unsur-unsurnya, dan berdasarkan hirarki keeratan unsur-unsur frase yang bersangkutan.

Berdasarkan hubungan makna antar unsurnya, frase nominal bahasa Jawa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam antara lain frase nominal posesif, frase nominal agentif, frase nominal partitif, frase nominal lokatif, frase nominal tempat asal, frase nominal substantif, frase nominal kuantitatif, frase nominal kualitatif, frase nominal deskriptif, frase nominal deiktif, frase nominal temporal, frase nominal identifikatif, frase nominal perihal, frase nominal objektif, frase nominal benefaktif, frase nominal final, frase nominal aditif, frase nominal alternatif, frase nominal instrukmental, frase nominal kausatif.

Frase nominal bahasa Jawa inti frasenya kebanyakan berposisi di sebelah kiri inti frase yang berada di sebelah kanan modifikator jumlahnya sedikit sebab kata yang mampu bertindak sebagai modifkator yang berposisi di depan inti, hanya terbatas pada adverbial dan artikel. Ditinjau dari hirarki unsur-unsurnya, kalau nomina yang bertindak sebagai inti frase dalam frase nominal bahasa Jawa yang diikuti oleh modifikator berkategori semantik tertentu, maka modifikator yang berkemungkinan hanyalah dengan dapat ditambah kata-kata yang berkategori semantik pula.

Sumber:
Wedhawati, Gina, dkk. 1987. Frase Nomina dalam Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind