Puisi selain memberikan kenikmatan seni, juga memperkaya kehidupan batin, menghaluskan budi bahkan juga sering membangkitkan semangat hidup yang menyala, dan mempertinggi rasa keutuhan dan keimanan (Djoko Pradopo, 1987: vi). Puisi mempunyai sifat, struktur, dan konvensi-konvensi sendiri yang khusus. Oleh karena itu untuk memahaminya perlu di mengerti dan dipelajari konvensi-konvensi dan struktur puisi tersebut.

Puisi sebagai sebuah karya seni sastra dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Puisi itu karya estetis yang bermakna dan mempunyai arti, bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna (Djoko Pradopo, 1987: 3). Puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama.

Dalam puisi kata-kata tidaklah keluar dari simpanan ingatan, kata-kata dalam puisi itu lahir dan dilahirkan kembali (dibentuk) pada waktu pengucapannya sendiri. Dalam puisi tidak ada perbedaan kata dan pikiran (Djoko Pradopo, 1987: 12). Puisi sebagai karya seni yang puitis karena mengandung nilai keindahan yang khusus. Puisi disebut puitis apabila membangkitkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, dan menimbulkan keharuan.

Sumber:
Djoko Pradopo, Rachmat. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind