C360_2015-09-13-11-54-51-727Setelah dua tahun tak bertemu akhirnya pada tanggal 11 September 2015 kemarin kita bisa berjumpa lagi di Jogja. Hari itu Jumat, pulang dari kantor aku langsung menuju ke stasiun Lempuyangan dan Sahabatku satu ini udah standby di depan pintu keluar. Sebelumnya, Hety memang menanyakan mau dibawakan oleh-oleh apa dari Solo? Ternyata hari itu keinginanku terwujud. Dua kotak serabi Notosuman khas dari Solo dibawanya. Satu kotak berisi 10 potong serabi rasa original dan coklat. Sebelumnya aku memang pernah makan sepotong serabi Notosuman oleh-oleh dari anak kos Yasmine. Sepotong serabi yang kurasakan waktu itu hanya terasa enak tetapi belum familiar. 20 potong dimakan berdua rasanya mantap dan puas. Serabi Notosuman, salah satu serabi terenak yang pernah aku makan.

Waktu sudah menunjukan pukul 04.30 ketika sampai di kosku. Setelah mandi, kami tak ingin menyia-nyiakan kebersamaan yang tak akan lama ini. Sebelum berjalan-jalan menikmati keindahan kota, kami terlebih dahulu makan malam. Hety sih ingin makan malam lesehan, jadi aku ajak dia menyusuri Jl. Kaliurang. Sayangnya g ada tempat yang menurut kami enak untuk ngobrol. Aku merekomendasikan makan di Pondok Cabe dan Hety setuju karena sebelumnya belum pernah makan di tempat makan ini.

Ditemani nasi goreng tek-tek & kunir asem pesananku juga bakmi kuah tek-tek & happy soda pesanan Hety, obrolan kami mulai. Tak puas ngobrol di Pondok Cabe, kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro. Awalnya sih sekalian beli celana kerja, tapi ternyata tempatnya udah tutup. Akhirnya kita parkir kendaraan di depan Museum Benteng Vredeburg dan berlanjut ke depan Monumen serangan umum 1 Maret sembari melihat muda-mudi bermain papan luncur dan ditemani lampu warna warni.

Tak puas rasanya kalo ke Malioboro g berjalan di sepanjang jalan yang dipenuhi penjual souvenir khas Jogja, ada gantungan kunci, kaos, dll. Sepanjang perjalanan, mata kami tertuju pada kaos-kaos yang terpajang di pinggir jalanan karena Hety memang sedang mencari kaos “My Trip My Adventure”. Sayangnya Hety g nemuin kaos itu karena g ada yang panjang lengannya. Hety akhirnya membeli masker seharga 5000. Hari sudah semakin malam, kami memutuskan untuk kembali ke kos. Sesampainya di kos, kami berdiskusi untuk mencari tempat wisata dan rencana seharian itu kita akan piknik. Sampai kita tertidur kami belum menemukan tujuan destinasi wisata.

Pagi harinya kami berdiskusi lagi. Dalam benakku muncul Candi Borobudur. Tapi kalo Hety sih katanya belum pernah ke pantai Parangtritis. Jadi ada dua pilihan nih, Candi Borobudur atau Parangtritis. Pilihan akhirnya jatuh ke Candi Borobudur: Salah satu keajaiban dunia yang akan diceritakan pada postingan selanjutnya.



6 Comments so far

  1.    lagu terbaru on September 17, 2016 9:31 pm      Reply

    Nice ideas

  2.    Raguram on September 18, 2016 4:24 pm      Reply

    Very interesting and inspiring quest.

  3.    قالب وردپرس on October 22, 2016 5:36 pm      Reply

    goooooooooooooooooood
    tnx

  4.    jvf on October 26, 2016 9:23 pm      Reply

    thanks,very interesting

  5.    فروش عسل طبیعی on December 15, 2016 12:24 pm      Reply

    Very interesting and inspiring quest.

  6.    Berita Otomotif on February 11, 2017 9:05 pm      Reply

    Hahahaha,, oke oke terimakasih udah share

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind