C360_2015-09-12-14-06-57-304Pada tanggal 12 September 2015 kita memutuskan untuk piknik ke Candi Borobudur. Sudah lama nian sejak SD, aku belum lagi berkunjung ke sini. Tema pada hari itu adalah bersenang senang dan sekaligus melepas rindu karena lama tak bertemu. Oleh karena tujuan kita piknik jadi harus bawa bekal nih supaya g kelaperan pas keliling candi. Isinya serabi Notosuman yang dibawa Hety kemarin, cemilan, sama air putih.

Selagi sarapan di warung Lestari depan kos, kita sama-sama searching untuk tau transportasi menuju ke Borobudur. Berdasarkan artikel yang kubaca sih akses bisa pake trans jogja ke stasiun Jombor dan dilanjut dengan bis hanya dengan 10.000 aja. Tapi kita memilih pake motor menuju stasiun Jombor dan kutitipakan di tempat penitipan motor yang berada di pinggir terminal. Bayar parkir motor cukup 2000 aja per hari. Oleh karena kita ga tau bus mana yang menuju Borobudur, kita sekalian tanya ke petugas parkir, dan ternyata busnya sudah stand by tidak jauh dari lokasi parkir.

Kita menungggu sekitar 20 menitan sampai busnya jalan dan penuh orang. Kulihat kanan kiri depan belakang tempat duduk, ternyata ada wisatawan asing yang juga satu tujuan dengan kita. Tarif bus berdasarkan searching dan kenyataan ternyata tidak sesuai. Kita diminta 20.000 rupiah untuk sekali jalan.

Sesampainya di terminal Borobudur bapak pengemudi delman langsung menghampiri. Kitapun naik delman seharga 10000 sampai tujuan. jaraknya sih kurang lebih 500 meter, tapi kalo jalan kaki cape juga kali ya. Sebelum beli tiket Hety punya inisiatif untuk beli topi ala noni noni. Setelah cukup nego kita dapat harga 50.000 untuk 2 topi. Lumayan lah untuk pelindung panas dan biar lebih bagus pas di foto.

Harga tiket masuk candi Borobudur ternyata sama saja setiap harinya yaitu seharga 30.000, jadi g perlu khawatir kalo datang pas weekend karena harga tiket di tempat wisata biasanya lebih mahal. Tiket masuk yang kita peroleh itu berbentuk chip yang nantinya kita masukan ke tempat yang tersedia dan pintu masuk terbuka dengan sendirinya, sama seperti kita naik bus trans.

Kala itu cuaca memang sedang terik-teriknya, apalagi pas naik candi, panas matahari langsung menyengat kulit. Untung saja sebelum masuk candi kita beli topi, jadi cukup terlindungilah. Sayangnya kita g bawa persediaan minum yang banyak, jadi kita sempat kehausan karena g ada penjual yang boleh masuk candi.

Mengelilingi candi Borobudur seharusnya searah jarum jam, anjuran ini juga bisa kita lihat di papan sebelah kiri sebelum kita naik. Oia, kita juga dilarang menduduki pada bagian tertentu. Di sana sudah ada petugas yang siap siaga memperingatkan kita.



1 Comment so far

  1.    condro on April 27, 2016 9:52 pm      Reply

    Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur sebagai salah satu keajaiban dunia. Nama borobudur bukan hal yang asing di telinga karena mungkin sudah sejak pendidikan di sekolah dasar kita sudah sangat familier betul. Di pelajaran sejarah tentu tidak luput membahan tentang candi borobudur. Dan satu lagi mungkin ini adalah salah satu tempat wisata favorit bagi sekolah sekolah yang akan berdarmawisata.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind