20160228_155443
Hari itu Minggu tanggal 28 Februari 2016 adalah hari pertama kami berada di Bandung. Setelah seharian tim edukator museum mengikuti pelatihan, kini giliran kami mengunjungi Museum Pos Indonesia yang letaknya tak jauh dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Namun, ternyata hari Sabtu museum ini tutup. Beberapa dari kami penasaran akan bangunan fisik dan lokasinya, jadilah kami berempat bejalan-jalan menuju ke sana melewati Taman Lansia.

Taman Lansia
Taman ini terletak diantara Jl. Cisangkuy dan Jl. Cilaki, di sekelilingnya banyak orang berjualan macam-macam souvenir dan makanan. Kalo mau cari kafe juga tinggal pilih aja. Daya tarik taman ini adalah disediakannya wifi gratis dan banyak bangku. Meskipun dinamai Taman Lansia, namun yang datang kesini bukan hanya orang lanjut usia saja, muda-mudi juga banyak yang datang.

Keluar dari Taman Lansia, kamipun sampai di depan museum yang juga satu letak dengan kantor pos pusat, kami meminta ijin untuk masuk dan mengambil gambar. Pak satpam yang mendampingi kami ternyata asli Jogja jadi kami lebih leluasa ngobrol. Puas berfoto kami lanjutakan jalan-jalan kami ke gedung sate.

Gedung Sate
Gedung Sate hanya terletak beberapa langkah dari Museum Kantor Pos Indonesia. Selagi perjalanan kami bertegur sapa dengan polisi yang sedang bertugas. Setelah berfoto ria di depan gedung sate, kami berpikiran untuk masuk, tetapi sayangnya memang g sembarangan orang diperbolehkan, hanya orang yang sudah memasukan surat permohonan saja yang diijinkan. Sedikit kecewa sih karena kami ingin melihat lebih dekat dan merasakan nuansa gedung putih. Tak disangka-sangka, Bapak polisi yang kami temui tadi sudah melobi petugas sehingga kami diperbolehkan masuk.

Gedung sate saat ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Gedung ini dinamai gedung sate karena di puncak menara terdapat tusukan seperti tusuk sate. Tusuk sate ini menusuk 6 buah benda bulat sehingga terlihat seperti sate. 6 buah sate ini melambangkan biaya yang dihabiskan untuk membangun gedung ini yaitu sekitar 6 juta gulden. Tampak depan Gedung Sate mengikuti sumbu poros utara-selatan yang dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.

Memasuki gerbang kami disambut taman dengan bunga berwarna warni nan cantik. Sangat tertata dan bersih. Kami mengambil beberapa foto di kesempatan yang langka ini. Salah satunya di depan kantor gubernur Jawa Barat.

Teras Cikapundung
Di bandung memang banyak sekali taman, ada taman alun-alun, taman jomblo, taman musik centrum, dan banyak lagi. Namun, pilihan kami jatuh ke teras/ taman Cikapundung. Teras Cikapundung letaknya membelah sungai Cikapundung dan berbatasan dengan area hutan kota Babakan Siliwangi. Taman ini belum lama diresmikan yaitu pada 31 Desember 2016. Masuk taman ini gratis tanpa dipungut biaya. Ada 3 zona wisata di kawasan ini, yang pertama air mancur yang mengikuti alunan lagu, yang kedua konservasi ikan khas Cikapundung, dan yang terakhir adalah amphitheatre seni yang biasa digunakan untuk seni pertunjukan maupun konser musik. Waktu kami ke sini sedang ada pertunjukan ular diiringi musik khas sunda, penontonnya sangat banyak dari berbagai usia. Para penonton diperkenankan melempar uang ke panggung.

Sungai yang ada di taman ini juga bisa dipakai untuk rafting, selancar sungai atau bagi pengunjung yang ingin naik perahu karet juga disediakan. Yang unik dari taman ini adalah jembatan merah sebagai penghubung kedua sisi teras ini.

Dari teras Cikapundung kami langsung menuju hotel untuk menyiapkan energi menyambut hari ke -2 yang pasti tak kalah melelahkan. Hari pertama di Bandung cukup melelahkan tapi mengasyikan.



11 Comments so far

  1.    Citizen Journal on May 7, 2016 11:42 pm      Reply

    Menginspirasi !! Jadi pengen ikutan !!!

  2.    mcpe seeds on May 18, 2016 5:52 pm      Reply

    Thank you.

  3.    David on May 20, 2016 10:35 am      Reply

    Keren Mba Artikelnya, Menginspirasii !!!

  4.    foto negeri on May 20, 2016 10:55 am      Reply

    asik ya di bandung, sayang sekali saya jauh dari sana , apalagi di gedung sate saya penasaran sekali ingin ke sana , cuma haya bisa lihat dari blog saja

    •    Roya Ap on November 7, 2016 1:26 pm      Reply

      Semoga bisa punya kesempatan untuk melihat langsung gedung sate ya 🙂

  5.    Muqitzayn on May 26, 2016 2:53 pm      Reply

    waaah seru banget…. jadi Pengen jalan jalan kebandung juga nanti kalau sudah balik kampung…

    •    Roya Ap on November 7, 2016 1:24 pm      Reply

      Balik kampungnya ke mana nih hehe, jangan lupa beli tahu susu khas Lembang untuk oleh-oleh

  6.    andy on August 11, 2016 1:30 am      Reply

    keren euy ulasannya jadi kangen sama masa indah dulu zaman kuliah di unpad

    •    Roya Ap on November 7, 2016 1:21 pm      Reply

      Kuliah di Unpad pasti sdh banyak destinasi wisata bandung yg dikunjungi ya 🙂

  7.    hiasan on November 15, 2016 8:15 am      Reply

    Beuuuh bandung ini memang jagonya tempat wisata yang keren keren.

    Seperti kata surayah pidi baiq “dan bandung bagiku bukan cuma masalah geografis”

    •    Roya Ap on December 13, 2016 11:52 am      Reply

      betul, btw sudah ke destinasi mana aja nih? 🙂

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind