IMG_2359Farm House Susu Lembang
Masih di hari yang kedua berada di Bandung, karena cukup banyak lokasi wisata yang kami kunjungi jadi sampai 3 part :). Setelah puas kulineran di Tahu Susu Lembang, kami beranjak ke Farm House. Farm House tidak berjarak terlalu jauh dengan lokasi sebelumnya. Terletak di Jl. Raya Lembang No. 108, Lembang, Bandung Barat. Tiket masuknya Rp. 20.000 dan bisa ditukarkan dengan salah satu dari 4 varian rasa susu murni (mocca, stawberry, vanilla, banana) atau sosis bakar. Berada di dataran tinggi khas pegunungan, panorama di lokasi ini sangat indah dengan udara sejuk menyegarkan. Bagi kamu yang menyukai fotografi lokasi ini cocok karena banyak spot foto menarik seperti taman dan rumah gaya eropa, rumah habbit, air terjun mini, jembatan yang di pinggir pinggirnya bisa kamu pasang gembok cinta. Di sini selain melihat kamu juga bisa berinteaksi dengan hewan secara langsug seperti, kelinci sugar glider, aneka burung, iguana, dll.

Museum Pos Indonesia
Sebelum menuju Museum Pos Indonesia yang kemarin sempat tertunda karena hari senin tutup, kami menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu dengan makanan khas sunda. Meninggalkan Lembang, turun kembali menuju pusat kota menuju Museum Pos Indonesia. Museum Pos Indonesia terletak di jl. Cilaki No. 73, sangat mudah di jangkau tidak jauh dari Gedung Sate. Satu area dengan museum ini juga masih beroperasi kantor pos pusat Indonesia.

Museum ini sudah 3 kali berganti nama. Pertama kali tahun 1931 pada jaman Hindia Belanda namanya Museum PTT (Pos Telegraf dan Telepon). Pada tanggal 27 September 1983 berubah menjadi Museum Pos dan Giro dan secara resmi di buka untuk umum. Sejak 19 Juni 1993 hingga saat ini berubah menjadi Museum Pos Indonesia karena status perusahaan telah berubah dari Perum Pos dan Giro menjadi PT Pos Indonesia.

Untuk melihat koleksi, kita harus turun ke bawah tanah dan nuansanya terasa lebih lembab. Pertama kali turun kita akan melihat diorama petugas pos keliling desa lengkap dengan seragam, helm, motor, dan kotak suratnya. Puluhan ribu prangko dari seluruh penjuru dunia serta berbagai benda bersejarah dalam perjalanan pos Indonesia juga ada di sini. Yang menarik, terdapat koleksi lukisan prangko pertama di dunia “The Penny Black” yang bergambar kepala Ratu Victoria yang di terbitkan tahun 1840. Di lorong teras museum juga terdapat patung dada tokoh pos Indonesia yaitu Mas Suharto yang merupakan kepala jawatan PTT pertama dan mempunyai peran dalam membantu perjuangan RI di bidang postel. Beliau juga dijuluki Bapak Pos dan Telekomunikasi.

Factory Outlet JL. Riau
Bandung memang dijuluki kota mode karena banyaknya tempat perbelanjaan. Salah satunya adalah Factory Outlet (FO) yang berada di Jalan Riau yang merupakan FO terbesar dan terpopuler. Nama jalan ini sebetulnya adalah Jl. R.E. Martadinata tetapi lebih populer disebut Jalan Riau. Bangunan FO di sepanjang jalan ini unik dan menarik, ada yang mengusung gaya Eropa dan Belanda. Tempat ini adalah surga pagi pecinta belanja merk-merk terkenal. Mau cari baju, tas, souvenir? mampir aja ke Jl. Riau.

Warung Misbar
Hari sudah mulai gelap dan tibalah saatnya kami mengakhiri jelajah wisata untuk keesokan paginya kembali ke Jogja. Masih berada di Jl. Riau, Warung Misbar kami pilih sebagai tempat makan malam terakhir. Sangat strategis tepatnya berada di Jl. Riau no 28A Kota Bandung. Warung ini dikonsep layaknya bioskop jadul. Pertama kali masuk, terdapat seperti antrian tiket dengan pegangan besi yang di sekitarnya ditempel poster-poster film jadul. Karena sebelumnya sudah reservasi, maka aneka makanan khas Sunda yang hihidangkan untuk kami terpisah dari menu prasmanan yang disediakan pengunjung yang langsung datang on the spot.

Sambil makan malam, kami diputarkan film warkop. Namun sayang ketika itu soundnya tidak jernih. Selain sebagai tempat makan, warung misbar juga dijadikan tempat nongkrong muda mudi Bandung. Ruangannya cukup luas terdapat satu layar yang di depannya terdapat tempat duduk setengah lingkaran berundak. Di sekelilingnya terdapat poster-poster film jadul berukuran besar. G salah memang kalo menyebut Bandung sebagai kota kuliner karena mempunyai beragam kuiner variatif dengan ciri keunikannya masing-masing, salah satunya Warung Misbar ini.



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind