20160229_092436Pagi itu adalah hari ke-2 tim edukator berada di Bandung. Diawali dengan sarapan aneka menu yang disiapkan oleh pihak hotel seperti roti, bubur, nasi, lauk pauk, dan jus buah, kami siap melanjutkan perjalanan wisata. Bila hari pertama kami berjalan kaki, maka hari ini karena lokasinya cukup jauh, kami berangkat dengan bus.

Tangkuban Perahu
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Tangkuban Perahu yang merupakan primadona pariwisata Jawa Barat. Tangkuban Perahu berada di Lembang, Bandung Utara. Sepanjang perjalanan, hamparan kebun teh dan pepohonan pinus menjadi suguhan yang menyejukkan. Sampai dengan pintu gerbang, kami harus melanjutkan perjalanan dengan ELF karena bus tidak memungkinkan untuk sampai ke atas. Sampai di Kawah Ratu yang merupakan kawah terluas, kami disambut angin kencang dan udara yang sangat dingin. Pada saat itu kawah masih berselimut kabut sehingga kami hanya sesekali bisa melihat dengan jelas kondisinya. Sepanjang kawah dibatasi dengan pagar kayu untuk mencengah pengunjung terjatuh.

Tangkuban Perahu sangat indah, asri, dan sejuk. Inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Ditambah lagi dengan legenda Sangkuriang yang membuat wisatawan penasaran dan mengunjungi lokasi wisata ini. Sampai dengan saat ini gunung Tangkuban Perahu masih aktif sehingga akan tercium bau belerang. Bagi yang tidak tahan dengan bau belerang disarankan untuk membawa masker. Bagi wisatawan lokal akan dikenakan tiket masuk 25.000, dan jika weekend 30.000, sedagnkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif 200.000, weekend 300.000. Di buka dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB.

Kebun Teh Gracia
Masih di Lembang, dan tidak jauh dari Tangkuban Perahu, terdapat lokasi wisata kebun teh Gracia. Tidak ada tiket masuk jika hanya ingin berfoto di kebun teh ini karena letaknya dipinggir jalan. Saat kami tiba di sini suasanya sepi, hamparan kebun teh tumbuh subur di kanan dan kiri jalan menyegarkan mata. Momen langka ini kami abadikan untuk berfoto bersama.

Tahu Susu Lembang
Destinasi selanjutnya sebetulnya adalah kebun buah strawberry. Namun karena beberapa kebun belum siap panen maka rencana ini tidak dapat terlaksana. Ke Lembang tak lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh khas. Di jl. Raya Lembang No. 177, Jayagiri, Lembang, Bandung Barat terdapat sebuaah gerai tahu yang di desain seperti SPBU, jadi tanpa harus turun dari kendaraan kamu bisa dengan mudah membeli tahu. Tempat ini juga sekaligus menjadi rumah produksi tahu susu Lembang.

Tahu susu Lembang terbuat dari kedelai, susu, dan mentega sehingga tercipta tekstur yang lembut. Berbeda dengan tahu daerah lain karena menggunakan susu, Lembang memang terkenal sebagai penghasil susu sapi. Perbedaan lainnya tahu susu ini dikemas seperti kemasan brownies. Di tempat ini tidak hanya tahu yang di jual tetapi banyak juga cemilan lain seperti tempe mendoan, otak-otak, batagor, dan aneka cemilan lain. Tempat ini buka mulai pukul 07.00 hingga 23.00.

20160228_155443
Hari itu Minggu tanggal 28 Februari 2016 adalah hari pertama kami berada di Bandung. Setelah seharian tim edukator museum mengikuti pelatihan, kini giliran kami mengunjungi Museum Pos Indonesia yang letaknya tak jauh dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Namun, ternyata hari Sabtu museum ini tutup. Beberapa dari kami penasaran akan bangunan fisik dan lokasinya, jadilah kami berempat bejalan-jalan menuju ke sana melewati Taman Lansia.

Taman Lansia
Taman ini terletak diantara Jl. Cisangkuy dan Jl. Cilaki, di sekelilingnya banyak orang berjualan macam-macam souvenir dan makanan. Kalo mau cari kafe juga tinggal pilih aja. Daya tarik taman ini adalah disediakannya wifi gratis dan banyak bangku. Meskipun dinamai Taman Lansia, namun yang datang kesini bukan hanya orang lanjut usia saja, muda-mudi juga banyak yang datang.

Keluar dari Taman Lansia, kamipun sampai di depan museum yang juga satu letak dengan kantor pos pusat, kami meminta ijin untuk masuk dan mengambil gambar. Pak satpam yang mendampingi kami ternyata asli Jogja jadi kami lebih leluasa ngobrol. Puas berfoto kami lanjutakan jalan-jalan kami ke gedung sate.

Gedung Sate
Gedung Sate hanya terletak beberapa langkah dari Museum Kantor Pos Indonesia. Selagi perjalanan kami bertegur sapa dengan polisi yang sedang bertugas. Setelah berfoto ria di depan gedung sate, kami berpikiran untuk masuk, tetapi sayangnya memang g sembarangan orang diperbolehkan, hanya orang yang sudah memasukan surat permohonan saja yang diijinkan. Sedikit kecewa sih karena kami ingin melihat lebih dekat dan merasakan nuansa gedung putih. Tak disangka-sangka, Bapak polisi yang kami temui tadi sudah melobi petugas sehingga kami diperbolehkan masuk.

Gedung sate saat ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Gedung ini dinamai gedung sate karena di puncak menara terdapat tusukan seperti tusuk sate. Tusuk sate ini menusuk 6 buah benda bulat sehingga terlihat seperti sate. 6 buah sate ini melambangkan biaya yang dihabiskan untuk membangun gedung ini yaitu sekitar 6 juta gulden. Tampak depan Gedung Sate mengikuti sumbu poros utara-selatan yang dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.

Memasuki gerbang kami disambut taman dengan bunga berwarna warni nan cantik. Sangat tertata dan bersih. Kami mengambil beberapa foto di kesempatan yang langka ini. Salah satunya di depan kantor gubernur Jawa Barat.

Teras Cikapundung
Di bandung memang banyak sekali taman, ada taman alun-alun, taman jomblo, taman musik centrum, dan banyak lagi. Namun, pilihan kami jatuh ke teras/ taman Cikapundung. Teras Cikapundung letaknya membelah sungai Cikapundung dan berbatasan dengan area hutan kota Babakan Siliwangi. Taman ini belum lama diresmikan yaitu pada 31 Desember 2016. Masuk taman ini gratis tanpa dipungut biaya. Ada 3 zona wisata di kawasan ini, yang pertama air mancur yang mengikuti alunan lagu, yang kedua konservasi ikan khas Cikapundung, dan yang terakhir adalah amphitheatre seni yang biasa digunakan untuk seni pertunjukan maupun konser musik. Waktu kami ke sini sedang ada pertunjukan ular diiringi musik khas sunda, penontonnya sangat banyak dari berbagai usia. Para penonton diperkenankan melempar uang ke panggung.

Sungai yang ada di taman ini juga bisa dipakai untuk rafting, selancar sungai atau bagi pengunjung yang ingin naik perahu karet juga disediakan. Yang unik dari taman ini adalah jembatan merah sebagai penghubung kedua sisi teras ini.

Dari teras Cikapundung kami langsung menuju hotel untuk menyiapkan energi menyambut hari ke -2 yang pasti tak kalah melelahkan. Hari pertama di Bandung cukup melelahkan tapi mengasyikan.

« go backkeep looking »